Peribadi

semalam yang berbeda

gemersik bunyi nyaring si loceng
menyampaikan katakata sejuk pagi
berlagu lagu menyanyi riang
menanti sang matahari muncul lagi

beralunalun membantai jendela
menari mengikut alunan
gerak jari jemari yang menyapa
sampaikan seribu makna

pagi yang terkejut
di dengarkan suarasuara merdu azan
tunduk merendah diri, taubat !
langsung hati di niatkan

siulan yang tadi riuh menyanyi
bisu untuk menghayati
tamat seruan pagi
kembali dendang si siulan pagi

makanya dia lebih baik

saat kecundang memeluk kaku
saat sang hitam hadir membeku
ada bicara bisu
ada hilang seribu batu

dalam hilang bicara cinta
mengimpikan selembut sutera
kelipkelip warna kasih menyengat rasa jiwa


disetiap corong lorong dan lohong
tanamkan sekuntum sayang
tebarkan bintangbintang
pakukan bulan yang mengambang

mawarku gantikan keladi
tiada lagi rasa mati
selangkah perjalanan nanti
sejarah yang tersimpan rapi



hikayat gadisku

dan bermonolog lagi
seorang gadis berhati sepi
jiwa suram lagi
tusuktusuk menghenyak lara hati

menyanyi sayu
lagulagu monolog hati
dengarkan aku
dendang laguku

monolog sepi lagi sihati
jeritjerit batin meronta mengakhiri
tanpa didengarkan suara hati
mencoba diri menyembunyi

mari, berdampingan denganku
bersebelahan denganku
dengarkan puisi sayu
tanpa bicara bisu

purnama kelam

meraba raba dalam kelam
saat hitam selubungi malam
senafasnya henti menghembus
saat mata mata lebam

bulan yang dulu di puja
berlari lari jauh dari pemuja
bintang yang dulu menjadi idaman
semakin memudar warnanya

andai tanah kembali meretak
andai bumi terbelah dua
biar kita tetap saling berpeluk
jangan pernah hilang bicara

wahai punjanga cinta
biar membelainya
telah tusuk kalbuku
jujur pada hatimu

kisah yang tak sempurna

aku tahu
hati kepunyaan aku tak sempurna
untuk punya hati kau disana
aku tak berlapang dada

dengar dengarkan aku
aku tetap disini
menahan rasa ketat didada

maafkan aku
punya hati yang tak sempurna
untuk kau
untuk kita

titis semalam

malam menangis lagi
rintik2 embun yang gugur
kembali lagi membasah tanah
serap2 meresap bumi

antara mimpi dan realiti
bayang2 semalam datang memeluk mimpi
mengagau tangan menepis tepi
lagi lagi

dan malam menangis lagi
sarat semalaman

taktahan
taktahan
harus lagi malam menangis
lepas sarat semalam

dan esok,lusa,tulat
pasti malam akan kembali menangis

semalam

semalam yang hitam aku gengam
menjadi debu debu udara

sejarah lepas aku semat
tak akan pernah terlepas

dia dan bukan kau

dan bila aku berpaling
kau mula mengejar
seribu tangan yang menahan
tak akan rasa mampu menolak

berlari kecil kaki ke depan
menahan rasa sepi
terbuku,terpendam selama

dan aku berpaling
memilih dia
tapi bukan kau

terhebat

mungkin kau yang terlewat
dan salahku terlambat
tapi kau tetap terhebat

benar,kau masih terhebat
sesempurnanya dihati
kau tetap terhebat

tak ada masa

ye
tak ada mase,boleh tak nak gelak?
rupa-rupanya mimpi
hanya mainan tidur

nasib baik tersentap

jika memang......

salahkah aku
menyintaimu
menyanyangimu.

sesalkah engkau
mengenaliku
memahamiku.

jika memang salah
biarkan ini semua berakhir
jika memang sesal
biarkan ini semua berakhir.

sudah
sudah
biarkan mimpi ini berakhir
biarkan impi2 ini kelam tanpa hujungnya.

biarkan
biarkan saja.

sudah

akukah yang terlewati?
jika selama ini salahku
tak mencari segala arti
punca cinta mati

jika waktu berulang kembali
segala tak akan mati
biar aku hembus angin sepi
agar kau tak terlewati

jika kita harus berpisah, sudah
jangan paksakan kita, sudah
cinta memang tak harus miliki
jangan paksakan kita untuk selalu bersama, sudah

sesal tak ada arti
sehingga semua terjadi
setelah semua dijalani
sisa hidup denganya

goodnite

tubuh itu
yang mau aku rangkul
bahu itu
yang mau aku sandarkan
dahi itu
yang mau aku kucup

sebelum tidurku
selamat malam hati

celik dari tidur

tersentap dari mimpi
bangun dari tidur
mimpikah aku?
mimpikah?
*

perit hati

kenapa setelah dia hidup?
mengapa hadir,jika sakit?

izinkan aku,biar ia abadi
kerna aku mahu begitu

jangan biar aku menangis
aku takmau

kenapa?aku binggung
kenapa pergi dan biar aku menangis dalam gelap
sedang hati menjerit nama kau

jangan bisikkan bicara
aku semakin tenat

takbisakah aku?

selepas terlanjur

setelah hari-hari berlalu
setelah malam menagis
setelah bulan henti terangi gelap malam
dan setelah mentari memudar

mengapa baru dipertanyakan?
selepas apa yang aku gengam kelmarin,semalam berlepas dari tangan
selepas aku mula henti memaling telinga mendengar kata-kata jahat
mengapa baru hari ini?mengapa sekarang baru dipertanyakan?

dan,dan,dan
aku seorang keluar yang hanya dipersalahkan
sedang yang lain diam seribu bahasa tanpa sepatah bicara

aku takmengerti
aku takmengerti
apalah salah aku?

beri aku jawapan

terlalu lama untuk aku mengerti sekarang
setelah hampir semuanya berakhir selepas bermula
cukup terlalu lama untuk aku memahami
terlalu lama untuk aku telan

kaki yang tempang tetap lagi berjalan tanpa rasa mau henti
tangan masih melambai
aku masih lagi mengharap kau menoleh dan tolong beri aku jawapan
jangan biar diam dan buat bagai tiada apa berlaku

aku tahu kau tahu
kau tahu aku tahu

bilang semua ini mimpi
bilang ini cuma khayalan minda

lagu cintaku

saat hilang semua rasa
bibir mula bicara
tersentap rasa hati
rasa mau mati

akukah bintang yang hilang ditelan kegelapan malam?
akukah sang bulan yang tak menerangi malam?
akukah warna pelangi yang tak memberi warna dalam hidupmu?
akukah mentari yang tak menghangatkanmu?

awan mula henti berarak
mentari mula kelam
hujan taklagi kebasahan
bulan henti menerangi gelap malam

menjerit-jerit aku namamu
kau kau kau kau!
sini, dengarkan aku berlagu sepi
cinta mati lagi

naa aa aaa na na na na
na na na na
aaa na na na aaa
uuu uuu huuu uuu

cinta yang tak terucap
biarkan tetap disini
aku bersumpah setia

dan dari semua malam2 yang aku hitung
bintang2 bertebaran aku kutip
debu2 diudara aku hirup
setiap darinya adalah kau




cinta dalam hati



Mungkin ini memang jalan takdirku
Mengagumi tanpa dicintai
Tak mengapa bagiku asal kau pun bahagia
Dengan hidupmu, dalam hidupmu
Telah lama ku pendam perasaan ituMenunggu hatimu menyambut diriku
Tak mengapa bagiku cintaimu pun adalahBahagia untukku,
bahagia untukku
Ku ingin kau tahu diriku di sini menanti dirimu
Meski ku tunggu hingga hujung waktuku
Dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya
Dan izinkan aku memeluk dirimu kali ini saja
Tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya
Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejap saja
jika kau bukan aku punya,katakan biar aku mengerti
ini semua mimpi
jangan biar aku hanyut dalam fantasi
jangan biar aku mati

a

aku takmau pulang tangan kosong
namun aku takut
dia cuma fantasi
yang realiti takmungkin bersama

sepi

bisik ku
pada bulan
kembalikan teman seterang suria
agar taklagi gelap

temanku.kekasihku.syurgaku
tanpa dia
sepi memeluk tubuh
tanpa lepas

bicaraku
pada bulan
jangan biar siang
biar tetap kelam
biar ia sepi
sepertiku

bisik ku
pada bulan
kembalikan temanku.kekasihku.syurgaku

singgahan mimpi semalam

tersedar dari mimpi semalam
yang cuma khayalan malam
yang kelam
dari alam

lantas kau, aku mati
pergi
pergi
kita bukan tercipta bersama semati

jangan lagi kau singgah dihati ini
ini cuma dia punya
aku kunci
lalu mati ini rasa

bukan aku kata "pergi!" "pergi!"
aku takmau kau
kau cuma singgahan hati yang luka

aku mengerti sekarang

A,i w a n t y o u


dalam mimpi kau milikku,
namun,
realiti kau cuma mimpi,
yang takmungkin aku punya.





berhenti berharap

aku berhenti berharap dan menunggu jalan terang
sampai nanti suatu saat tak ada harapan aku dapat
dan bulan,henti mendengar
ratap dan merayu

aku terdampar disini
tersudut tepi menunggu mati

aku tak percaya akan guna matahari
yang tak mampu terangi sudut gelap hati ini

aku berhenti berharap,saat guna cahya matahari
aku tak percaya lagi
dengan apa yang diberi

mengapa ada derita bila bahgia menjelma
mengapa ada sang hitam bila putih membahgiakan

kau ajar aku bahgia,kau ajar aku derita
kau tunjukkan aku bahgia,kau tunjukkan aku derita
kau memberi aku bahgia,kau memberi aku derita

dan kini,aku pulang tanpa dendam
aku pulang tanpa dendam

kotak cinta

bersiul-siul lagi laguku,berdendang lagi suara sumbang memecah corong gendang
memetik jari laju,bergetar seluruh jiwa
antara sedar dan tidak,matanya ku tatap lagi

malam aku terang,seterang cahya matahari
berpeluk tubuh tegap,berbantal bahu lurus

kekasih,kekasih
hanya aku tercipta merasakan cinta dan tahu dia menyinta

ingin ku ulang hari
ingin ku perbaiki
semua kesalahan
biar dia tahu semua rasa hati

menari-nari tawa diudara
biar semua tahu cinta takpernah mati

dan aku masih terang menanti sang suria

lawannya

jika kau pilih kau lah yang termalang bermakna ada hamba lagi kurang bernasib dari kau,tatkala kau bermuram muka, menahan lopak kolam mata,ada hamba menangis minta dikasihan hati.dan bila cebis2 sesak mencelah, dia disitu masih menahan sebak hati.

jika aku masih lagi menangis mendongak kesakitan dugaan hati,dia tetap disujud mencari kekuatan.aku tetap lemah diuji.

jika aku juga punya perjalanan terburuk maka aku lah yang buruk,mungkin lagi dia payah mengapai awan yang takbisa disentuh.pabila sini mendung berganti ribut padahal sana taufan menyinggah pantai.

bila aku yang bergelak riang maka aku pesankan akal "jangan!" "jangan!" gantinya matahari adalah mendung kelabu.
bererti pabila aku ketawa lawannya tangisku.
dan tangisku adalah tawaku.

aku takmau lagi menangis.tapi aku harus demi sebuah senyuman.

awarded by akmal


gggrrrrr hihi trimas to my superb newfriend hehe for this award:) bangga kot dapat award nih haha btw trimas skali lagi,segulung2 trima kasih kepada anda akmal:)

jangan bimbang

jangan bimbang
walau aku jauh hilang dimata,jangan bimbang
hembusan rohku masih lagi dimata.aku relakan jasad pergi menghilang
asal ragaku kau gengam

jangan bimbang.meski jasadku milik tuan namun jiwa teguh kau punya
dimana ku berada,pandangan hanya dimatamu,seudara ku hirup ia hembusanmu
aku kirim salam sayang si angin

jangan bimbang.aku tetap kau punya

alam merajuk bawa diri

secara pendeknya,boleh dikatakan hati sedang merasa luas,lapang dan bahgia datang bertandang sebentar
walau terasa jugak saat-saat rundun akibat dihentam kormo secara bertubi-tubi dari atas.

menghenyak-henyak aku
menghina-hina aku
balada jiwa tetap berlagu mengikut iramanya.tetap lagi aku sebegini selepas dihenyak2 tak akan berubah.kala hati teguh kuat ditegur si ribut,tak akan juga berubah

di setiap lorong,corong bergema tangis
dan bulan enggan melayan lagi hati,burung petang diam bisu tanpa lagunya wahai penghibur hati lara,dan bayu pagi sejuk kaku tanpa bias lembut.

aku rindu
aku rindu

kosong tanpa lagunya
kaku tanpa sentuhannya
gelap tanpa cahayanya

bila satu masa nanti kau sedari yang hanya tahu wujudnya engkau,dan itu aku.kembali seperti asalkan engkau?aku terambing tanpa rasa malu di sini
mari.kembali

bercerita kembali dengan aku.sampaikan doa syahdu pada Tuhanku
kirimkan bidadari padaku.

aku tunggu
aku tunggu

he natural disaster

another day without you
its like blade cuts through me
but i can wait
wait forever

when you say my name
everytime my hearts beating
when you keep silent forever
its wont stop beating

i was born to tell you i love you
i am torn to do what i have to
stay with me tonight
next to me

i'll hold your hand forever
likes i should

awarded by shafie

thanks for the award abg shafie:)
thanks again because accept me as a friend

i saw my man weep

i saw my man weep
and sorrow proud to be advance so
in those fair eyes,where all perfection keep
his face was full of woe
but such a woe as wind more hearts
than mirth can do,with his enticing parts

sorrow was there made fair
and passions,wise,tears,delightful things
silent,beyond all speech,as wisdom rare
he made him sight to sing
and all things with so sweet and sadness movie
as made my heart grieve and love

o fair then aught else
the word can shew,leave off,in time,to grieve
enough! enough! your joyful looks excels
tears kill the heart,believe
o strive not to be excellent in woe
which only breeds your beuty's overthrow

malam dan nafas

satu malam
berhiaskan kelip2 bintang kelam
dan bulan masih usaha terangi gelap malam
mengagau minda mencari jawapan semalam

antara tidur dan lena
mata masih celik dibola bola
jari tak lagi henti menyusun kata
mulut tertutup, lidah bersuara

tatkala tubuh dibelai lembut
sentapan si maut berlaku hebat
cecair mengalir diikat sekat
berakhir nafas,tepat

dan malam ini,tetap malam
yang gelap lagi kelam

puisi untuk dia dan aku

cerita dulu2 tentang masa lalu
tentang kau dan aku
kini musnah dalam khayalan masa
kau abadi dalam hati aku

haruskah aku nyatakan rasa ini
mati,terpuruk lalu pergi
bunga layu sembah ke bumi
kumbang si jantan mati bertepi

cuba kau cuba
dan mula bicara
pernahkah kau ada
bila ku perlu untuk meluahkan rasa

dan bila aku teguh berdiri
masih ada si kencang yang mengugat hati
kaki yang berdiri mengigil
menunggu saat untuk jatuh

aku cuma bunga layu
tiada tempat ditaman

dan kau kumbang tanah
madu mu disana

yang hilang tetap hilang

cinta
pada kau
seperti pelangi
takselalu muncul
takbisa juga disentuh jari

sebab
mungkin
cinta dulu
ibarat angin
takboleh dilihat
tapi bisa dirasa

mati

kau
perangkap sendiri
dalam gelas kaca
yang aku tak
mungkin
tembus
lalu

laluan ku ubah demi satu lembaran baru

benar2

benar
aku bagaikan jatuh.

takpernah matamu ku tatap
rambut hitam takpernah ku usap

tapi aku jatuh
si puitis kata kata
cinta rasanya

benar
aku benar benar jatuh
hai si hati

pari2 kecil dan akal berlari

dalam satu jalan mencari satu jawapan
muncul lagi soalan2 baru
yang tertunggak kian menunggak

banyak perkara yang tak dapat aku fahami
bagaimana bumi mengelilingi matahari?
bintang berkelip
meteor2 seperti bergantungan ditali

perkara juga sering kali berubah
masa ke semasa
hari ini dan esok pasti berlainan

asalkan engkau tetap engkau
dan aku masih lagi aku
ia tak pernah berubah sebenarnya

mati dah hilang

dah terlalu lama aku melangkah dijalan durja
cuma mencari jalan pulang

tapi diri lama aku telah mati dan hilang
mati dan hilang

mengharap satu dari hari kau ada menanti dirumah
lari dari kumpulan penghasut akal yang semakin hari membenci
kau masih lari.mereka salah.kau membalas berang semakin bara
jalan luar keseimbangan jalan berakhir perbincangan
cuma kau menetang mereka.ambil satu rempuh semua
lakarkan yang kau lompat disini itulah selepasnya
mereka tak akan pernah berhenti dan sekarang mereka musnahkan


mereka tak akan pernah tahu melawan sebalik dinding
jadi,mereka cuma mula menembak
untuk si merah untuk si biru untuk cuma ditiup.aku teka

tiada lagi beban.sekarang aku lebih lurus
aku milikinya.aku punya waktu memikirkan
sebelum aku buat kesilapan hanya untuk menegakkan tiang keluarga
sebahagian daripada aku pergi semalam
hati kepunyaan aku teguh hari ini
tiada penyesalan.aku syukur bilang diri lama aku telah mati dan pergi


tak akan pernah aku takut,aku lalui hidup penuh tragik
situasi akan mati melihat belakang yang musnah
kebanyakkan keburukkan tak pernah ada terjadi
tapi,jangan sekali kau fikir tentang itu bila kau disana untuk menghiasnya
kunci diri jangan pernah marah
sekarang aku cuma fikir apa hidup baru yang aku ada

kebanyakkan manusia melihat belakang dan gelak dengan besar
dan segelintirnya melihat dengan rasa sedih
fikiran aku dirumah melihat manusia kelilingku masih ada
aku tak mau gaduh,aku hilang dalam perang
aku masih boleh melihat kejahatan lalu keluar dari pintu
aku tak lagi melihat si dermawan
aku punya rumah mati dan aku tak mau lagi

aku paling ke timur,aku tak melihat sesiapa disisiku
paling lagi ke barat,masih tiada siapa
jadi aku paling ke utara,telan pil yang mereka katakan maruah
lama aku telah mati dan pergi tapi diri baru aku akan menjadi terbaik




mata selepas hujan

rintik mengamit jiwa
bayu sejuk menusuk tulang
nyaman sekali.siapa tak suka

ku lihat itu.anak kecil leka bermain hujan
tak langsung dipedulikan
mencipta khayalan
imaginasi akalnya

entah.siapa yang tahu

langit aku lihat kosong tanpa cela
awan2 berlaga sama sekali kedengaran
tand2 ribut bakal berlaku

anak kecil masih lagi disitu
bermain imaginasi
yang mungkin.tiada siapa mengerti

aku betul2 pergi

berkali aku bilang.maaf
masih lagi sama
aku tetap jauh

jauh.jauh sekali

mungkin aku takbisa buat kau kembali seperti asal
aku salah.dan aku pergi sekarang
baik mungkin

tanpa pegangan

menari nari tawa diudara
dah ku biar terbang bebas tanpa tuju
aku takmau lagi mengharap
takmau lagi menagih

tepis angin.pergi pergi
jangan dekat
jangan sekali

biar badai menimpa
tetap aku seorang
aku rela begini
aku suka

walau sepi.aku kuat
aku mau kuat

time after time

if you lost.you can look
and you will find me
time after time
if you fall.i will catch you
i'll be waiting

time after time

sometimes you pictures me
im walking too far ahead
you calling to me.i cant hear you
what you've said?

then you say.go slow

i fall behind.the second had unwind
my pictures fade
and darkness has turn to gray

langkawi,cantik

duyung2 cantik

hero saya lah ;D

ayah!


dia minah kelate


dark water


dayang bunting


puncak gunung mat cincang



ikan buntal diselamatkan ikan duyung ;) saya duyung




langkawi semestinya cantik,termasuk pelancong ;) saya lah



hidup semula si gadis

bisik2 dalam sunyi malam
minta angin sejuk sampaikan salam2 kesepian
tiada lagi gusar2

mana diam
mana diam
kata2 syahdu kembali segat

entah masih adakah rasa
entah.aku pun bingung
harap2 ia masih lagi

harap
harap

entah

yang pergi dahpun pergi
tapi akal masih lagi berdegil
kata2 perit tersimpan rapi
tak mampu terbuang lagi

sudah.sudah.sudahlah

sama selalu,tiada berubah

dan bagi seorang gadis.kesunyian terlalu indah untuk dialami.berkata dalam sepi menjadi satu lumrah melangkah lebih berani menghadap ufuk kencang.

berdiri,berdiri
masih lagi tegak selalu
tocangan dawai mengikat kepala atas
senantiasa begitu

kau tusuk keras
sakitnya dalaman
luarku lelaki
batinnya perempuan

masih lagi perit seperti dulu,selalu

acap kali ku cuba
masih lagi terasa

selalu,dulu

hari2 tak mungkin lagi sama

hari hujan dibias pelangi indah
awan kandung berat masih lagi bergerak
tanda tanda tak lagi kelihatan

utara,selatan mungkin
barat,timur tak mungkin

lelah melangkah,berhenti tegak menabik kelangit
mata bersepetan menahan cahya
keringat tak lagi mengalir

mati
mati disitu
mati

masih wujud tikaman belakang dari kau

apa saja sudah aku lakukan
mahu saja aku benam muka ini dalam lumpur
conteng arang hitam dimuka
sesak bernafas dalam air

mati,biar hilang rasa bermuram durja

sudah aku cuba redakan relung dalam hati
mana mungkin hilang tanpa jejak
kau biar waktu membunuhku
sampai saat kau bawa dakapan tubuh kembali

hujan masih lagi lebat
dah kau lupakan
aku berpayung embun
kau taburkan bunga mawar

lupakan?
lupakan semalam?

mahu dikata kejam,rupanya kau mahu lagi dayus

dungu
dungu
cerita semalam,kau biar aku sendiri
hari ini kau bersakitan bukan?
itu dia

idealogi sahabat bermandikan kata kesat sesat
tikam aku,bermandikan sampah darah dari belakang
kau bergelak hebat,sedang diatas hanya Dia tahu

esok yang tak mungkin

esok bisa kau bermandikan kata
lusa juga mungkin
tapi ini hari aku berlumpurkan perit munyucuk kulit

kata kata sakti kesakitan dahpun kau bias
aku yang merasa,terasa

aku ingat perihal kelmarin,dan aku tidak bisa lupakan

sampai hilang rasa,aku diam sepi tanpa bicara
takut mungkin
kau merasa,terasa

dahulu

hilang sebelum kau punah

malam malam sepi
mimpi mimpi buruk
terjaga jaga lelah

lesap

berbanding kelmarin
indah bisa ditunjing

mengongong hatikosong
dikorek lalu dihenyak henyak

lihat lihat basah
embun malam berjatuhan
hilang kelip diganti sepi
mata tertutup layu

itu cerita dulu

malam sudahkian melayut
gundah masih lagi gundah
hitam hitam
kelip kelip
masih lagi seperti dahulu

tikasaat kau jatuh dibahu
dengan basah dipipi
kau tahu aku sayu?

rasa mahu saja aku beredar
tanpa toleh kau dibelakang

takut,kau terlihatkan mataku yang basah

mahu saja saat itu,aku lempar sejuta bahasa
berbahas
itu dulu,dan ini sekarang
berubah,cukup berubah

aku bingung perasaan ini.

deringan dan suara kembali

telefon,bunyi bunyi
*halo
*halo
diam sebentar
dengar sambilan dibawa terus ke otak

sunyi, sepi, hilang
dan aku menangis

kau biar aku termangu kesepian

baca hati aku sayang

dunia ini teruk
manusia saling berbunuhan
manusia lapar

tapi ini bukan realiti dilihat oleh mata.
mata melihat tapi otak memutarkan.ya otak,tapi bukan otak.
seperti gembira tapi bukan gembira.kita bisa melihat manusia bertawa riang diraut.intinya?kosong.

ini dunia.dan ini aku.persisnya kelihatan.
beda diluar beda didalam.dan sekarang kau bisa lihat aku tersenyum bergelak riang bersama hari yang aku lalu.tapi hati didalam,merana dan menangis minta kau kasihankan hati ini.

mungkin aku seorang perempuan cenggeng yang kelihatan hodoh pabila diluahkan air emas dimata.tapi ini aku.lemah dengan ujian NYA.

dan sekarang aku bisa melangkah depan sendiri tanpa kau yang selama ini aku puja,sanjung.mengapa cepat aku berubah?tidak.aku sekali tidak berubah.kasih aku tetap seperti dulu namun harus jua aku tabahkan hati bergerak tanpa kau.

maaf.aku bukan mau sakiti hati kau dengan kegembiraan yang aku cipta.tapi aku bukan seperti perempuan dulu yang menangis minta kau jangan pergi.aku sudah kuat sekarang.kau boleh pergi.dan biar aku seorang.

kau lelaki.dan aku perempuan.hati kita berbeda sayang.

cuma tulisan tulisan

ini bukan puisi mahupun yang dibilang art.
cukup saja aku mengelarnya hati sedang bermonolog.

sebelum ini juga telah banyak aku tulis sesuatu yang bergelar puisi.ehem mungkin tidak pantas aku mengelar puisi kerna aku sedar hari demi hari aku bukan seorang puitis.maaf.
segala catatan yang telah aku buat hanya lah luhan perasaan seorang gadis.
blog ini hanya tempat aku luahkan hati yang sedang gelora.

jangan salah angap.aku belum cukup mahir untuk digelar puitis dek kerna ayat ayat yang berbunga.salah.

memang impian aku untuk menciptakan sebuah buku yang ada tulisan tulisan kesedihan kegembiraan didalamnya.tapi aku masih lagi mentah.

biar saja blog ini menjadi penganti kepada teman teman yang sudah lama hilang.kalian,wahai temanku.kalian sudah boleh pergi seperginya dari hidup ini kerna aku juga sudah mampu melangkah sendiri dari alam maya ini.

ini cuma tulisan bukan puisi yang dicipta.tulisan yang berkaitan dengan hati.dan aku benar benar ikhlas menulisnya agar mampu dipaham dan dikongsi bersama.aku telah terlalu lama bersepi sendiri menahan sebak didada.

dan terima kasih oh tuhan.aku sudah rasa bahagia dengan ini.kepada teman handaian.terima kasih kerna pernah satu masa dulu kalian bahgiakan rasa ini.

sedih terlampau sedih

apa saja sudah ku katakan.tolong kawan.sahabat.aku sedang nazak begini.
aku sedih,terlampau sedih sehingga aku tidak mampu untuk menghadapi semua ini.
ohh tuhan.tabahkan hati hamba.kuatkan hamba.tolong

jalan ke hati masih terang

lalunya hari demi hari
tak ku sangka kau tiada disisi
berpayung malam sepi
aku masih sendiri menanti

kau datang dan pergi
aku meratap dan tangisi
bodoh
bodoh

aku rela menjadi perempuan dungu kerna kau
walau kau masih pergi
aku tetap lagi menyuluh jalanmu
agar kau tidak sesat
sekeputusanmu kembali dihati

perempuan dan kehilangannya

rambut sudah ku kusutkan
hati telah aku bentangkan
mana letaknya hati kau wahai punjanga?
mari selam sini
biar kau mengerti semua ini

itu susah bagi ku
segala apa yang kau mahukan,aku tebarkan bagai memberi ayam makan
mengapa memprotes lagi?

dengarkan lagu bermuzik sepi
mengintai jendela dilangit malam
tatkala berbunyi disetiap corong,lorong dan lohong
hati terasa shadu,ohh tuhan aku rindu

awan mencecah semesta
menyampaikan lagu lagu sepi sendirian
kau datang dan pergi seperti impi impiku
yang dongeng lagi sayup kedengaran

hati tidak lagi mampu memberi
bila kecai sudah bercerai

apple dan sayapnya

mata sudah kau layukan kebumi
tangan sudah kau hentikan langkah
mulut sudah pun membisu
"mengapa diam?"
"kenapa kaku?"
bernyanyilah seperti selalu
biar tangan ini lembut membelaimu

maaf puisi ini tadak dapat diteruskan,sy telah kehilangan nya

kerna kau,mereka

air sudah kejatuhan
hati sudah dipatahkan
mana lagi harus aku jejak
aku benci,meluat dengar kata itu lagi
semua dusta
bohong
bohong

biar rasa ini aku simpan dalam hati yang rapuh
biar tangan ini kosong tanpa pegangan
biar mata ini lembab dalam hujan sayu
biar pipi ini panas dalam lava berapi

apa kau tahu rasa ini
apa kau tahu fikiran ini

tanyalah aku mengapa,kenapa

biar aku berdendam agar kau rasakan rasaku

pieces

i tried to be perfect
but nothing was worst it

this place was so empty
and my mind so tempting

i thought i'd be easy
but its just worst it

if you believe in my soul
i say all the words that i know

i try to let you know

im better on my own

jika aku

tik tik
titis titis ia jatuh di atap

tak tak
laju laju menghempaskan diri

jikalau aku awan
biar sarat kandungku dengan airnya

jikalau aku airnya
biar mati disedut mentari

you,yes you

i smell
i see
i hear

i you
i like
i love

you i
wonder boy
plain see

i fall
with you
yes you

bahasa

kata berkata
bedetik detik kecai pabila menyucuk
sampan hanyut mungkin bisa kau sorong tepian
kata berlepas tak bisa disedut

sakit sayang

dan malam ini

apakah kelihatan bangang bila aku meluahkan hati
apakah aku seperti perempuan jalang pabila minta dimaafkan
aku tunduk sayu
tapi kau
pahamkah hati ini,kau salahkan aku jua
telah aku mencoba menjadi sesempurna kehendak kau

memaki hina
menhenyak gadis ini tanpa kasihan
hina hina dan hina

apakah aku dilihat seperti perempuan cengeng pabila aku menangis
menangis minta kau maafkan
menangis minta kau kasihankan hati ini
menangis minta kau jangan lepaskan

dan malam ini
aku menangis
menangis bersama hujan malam
hati tak tertahan
tangan sudah ku lepaskan

dan ohh tuhan minta kau tabahkan hati ini

memaki hina
menghempas pulas

im better of on my own

balada gadis sadis

otak sudah melepaskan tangan
hati sudah tak tertahan
biar aku hilang dalam dunia penuh dusta
apa rasa kau menyakiti
kau bilang ini hidup,kau dungu,hidup kau lah yang sebenarnya dungu
mulut tak lagi bisa bilang semanis madu
kata kian sakit didengar

aku gadis sadis,tak ada siapa mau
aku perempuan gila
berambus kau,berambus
kau bilang gila ini yang kau mahukan,tapi kini
kau beda sungguh
oh berambus kau manusia

biar semua hilang dalam masa yang aku telan
biar sakit ini hilang dalam perut aku

aku berubah,berubah itu aku
aku sial,sial itu aku
pernahkah kau fikirkan mengapa,kenapa aku begini

kau,kau,kau!
kau tak pernah menjaga hati ini
kau lewati hati ini
dan sekarang kau bilang aku beda dari yang dulu

aku disini,masih tetap seperti dulu

aku sombong,sombong itu aku
sombong sombong sombong,lagu sombong itu aku

kau,kau,mereka
sakiti hati aku,kau mereka hina sadai aku ditepi sana
dan sekarang kau kata aku beda
ah dungu kau orang semua

aku masih disini,tidak pernah berubah
berambus
berambus

lihat aku

pernah tak kau rasa kau tak diperlukan
pernah tak kau rasa bila kau melutut ditepi
tapi
tapi tiada siapa lihat kau
pernah tak kau rasa bila kau berdiri di bahu jalan
tapi dia melintas depan mu bagai kau tak langsung wujud baginya
pernakah kau rasa kau ingin sekali menjerit di telinganya
"hey lihat aku disini!"

lihat aku disini
mengharapkan kau menatap dan melihat aku
lihat sayang
ini aku yang mahukan apa yang aku mahukan
lihat aku dan
rangkul tubuh ini bawa pergi

hey sayang
pernah kau rasa pabila apa yang kau mahukan
tapi tiada siapa mahukan
pernah kau rasa yang engkau mahukan itu tapi tiada siapa memberi

aku mau menjerit
jerit sekuat hati
lantang bak singa mengaum kelaparan minta diberi makanan

aku disini!mari lihatlah aku

diam

suara ablasa jelas
hati keghairahan

sentuh dadaku lelaki
belai ia
kasihi ia

tusuk aku
dengarkan aku mengerang
ikat erat tanganku
rentap tubuhku

aku milik kau ini malam

sahabat,aku buntu

kenapa ya,hidup semakin mencabar.

bersabar?
sudah lama hati ini bersabar dengan dugaannya
datang lagi dugaan demi dugaan
lemah sudah jantung ini mengepam darahnya keseluruh tubuh
mahu saja aku cucuk dengan besi tajam biar tembus dalamnya
mati cepat

sahabat,aku buntu lagi
apa harus aku lakukan

sahabat,aku perlu kau
luahkan apa dirasai

kenapa pergi?

bau itu sungguh aku rindu

bau itu
sudah lama rasa tiada bau itu

bau bayu angin selepas hujan masa zaman anak kecil

bau tar selepas dihujani
berwap wap naik keudara

masih adakah lagi bau itu
bau daun selepas dihujani
bau tarnya selepas dibasahi hujan


sudah

sudahlah hati
gunalah otak
langsung akal berbaik
kelak hati luluh

sudah aku berpandang ditelinga
maka aku mengalah
hidung kemik depan kau
mata sayu pandangan
rendahnya maruah

sudah tangan ini
bertapak di tar jalanan
sakit aku pendam
kasih tiada sudah

lain lain

kata memang gah
jujurlah
kau tiada mampu
semua dusta

belakang
senyum penuh tinggi
bertabik dada
lelaki perkasa

dalamnya
dipaku lemah
tiada kuat mahu diri
bukan

satu hari

ketik ketik
pandang disisimu
terhenget disebelah
mungkin kau tiada peduli
padahal
ia memang begitu

pantasannya
kau punya itu
milikmu

bisa satu hari
aku tiada peduli lagi

diam, sepi, sunyi

diam tanpa bunyi.
sepi tanpa suara.
sunyi tanpa desir.

bagus bukan begini.

tanpa bunyinya,suaranya,desirannya.

ngerti

aku faham,aku tahu.
itu kemahuanmu,tiada sewenangnya aku tepis mahumu.

biar kau mahu,aku ngerti itu.
semua mahumu.

salah siapa

tidak aku menjadi gadis bisu seribu bahasa.
yang kelak ditindas.
tidak aku menangis.tidak lagi.
menjaga hati bermakna hati aku disakiti.
tidak sekali ini.

masih lagi kaki ini melangkah.
walau lutut goyah.

masih lagi aku tegak berdiri.
meski hatiku lemah.

aku jua akan dipersalahkan jika semua ini aku tinggalkan.
mereka memandang, rasa benci membuak.
mengapa hanya aku.
tanya pada mereka,apa kata mereka,apa pandangan mereka.

kenapa hanya aku sering kali dipersalah.

kenapa tidak kau tanya pada mereka.
apa salah mereka.
apa mereka telah lakukan.

aku begini?barangkali bersebab bukan.

kau biar aku ditindas.
sedang kau hanya berdiri diatas menoca aku berkali.
kau biar aku mengaku salahku,meski ia bukan.
sedang kau bergelak tawa keriangan.
kau biar aku menangisi kesepian hidup aku.
sedang kau menoleh berlalu pergi.

mereka tahukah hatiku.
mereka sedarkah tangisku.

aku diperlaku,bukan mereka.
aku dihina,bukan mereka

wajarkah aku menangis lagi.
kawan,itu aku.
sahabat,itu aku.

aku menangis disini.
perlukah aku meraung disana.

terpaksa aku lemparkan senyuman.
yang pasti bukan dari hati,tidak dipapar dimata.
jiwa,sayang.
hati,sayang.
sakit,pastinya sakit aku telan.

aku mahu lantangkan suara.
dari anak tekak terus ke lidah.
agar kau mengerti maksudku.
tapi,kau.
salahi,kataku manis.
merancang kata.bukan!

aku sakit lagi.sekali lagi ini.
aku terpaksa telan,aku biar.
aku sayang,kau.

hati tidak mampu diberi.
bukan mudah,cinta.
sesiapa pun bisa,katanya.
tidak,cinta.
jika kau tidak merasai,kau tidak mampu memberi.

esok yang lain

bila luluh sudah rasa
ia datang
apa arti lagi

pudar warna
rabak kain itu
meski
kain buruk
ia tetap sehelai kain
punya nilai sendiri

apa maksudmu hina

hari ini
bermandi bisa
esok
berbasah penawar

kau rela bermain api
biar ia jadi lawan
mati dimamah

ditempat itu

ditempat itu
mampat kebodohan
ada aku

kuatkah kaki melangkah keluar?
beranikah mulut bersuara?
bisakah semuanya aku tempis?

harap aku punya kekuatan itu

berlari sejauh mungkin
menjerit lantang yang bisa

masa ini

lama sudah
tiada hari
menatapmu
sudah aku cuba bertabah hati
tapi
kekuatan itu telah pergi

aku rindu kau,sunguh
melihat hari berlalu begitu

biar

biar saja ini
sepi tanpa bunyi
hilang tanpa arah
buta tanpa cahaya

biar
aku rela begini

rumah

kosong
tiada isinya
muziknya
telah lama pergi
warnanya pudar
kosong
sejauh mana diwarnakan
tetap kosong
tanpa penghuni

mungkin ada
mungkin sekali lalu saja

heart

aku tak mahu mengungkit tentang hati
kerna hati sering berdebat kencang dengan akal

parah,nyilu,sakit,perit dan aku tidak mahu mengingat

melawan kesepian

apa pun yang terjadi
berjalanlah tanpa henti
air mata tertahan
waktu untuk dijatuhkan

nanti kita kan tahu
betapa bijaknya hidup
sepahit apa pun ini
pelajaran yang berarti

semoga mampuku lawan kesepian ini

lelaki

dia,
aku puja,
aku sanjung.

pembimbing kaki,
pencinta hati,
pendengar kata,
destinasi.

aku sayang,
aku perlu,
lelaki.

dan malam ini

hujan,
sayu hati,
aku menangis,
aku gelak riang,
malam ini hebat.

sunguh hebat,cengkerik bermelodi indah,titis hujan bertitik rancak.

dan malam ini,
sejuta keindahan keluar mengintai dari tingkap itu.

kita

lagu itu,
lagu kita,
bukan ku gubah,
bukan kamu jua,
namun ia,
milik kita.

kenangan,memori,
kita ciptakan.

mahu

rasa itu,
saat itu,
andai aku empunya dunia,
sudah saja aku matikan waktu,
biar saja,
saat itu,
kekal selamanya.

aku rindu,
aku mahu,
seperti itu.

lihat,
mereka,
anak muda,
berpacaran,
sama persis kita,
saling bertaut.

aku rindu,
dibelai manja,
disentuh lembut.

kau aku

panas,terik,
hujan,lebat,
hari ganti hari,
esok kembali lagi,
tapi,
mengapa ia hilang,
lari,
lari dan terus kehadapan,
aku masih disini,
pulanglah,
dakaplah daku,
dan bawa tubuh ini lari bersama,
aku mahu kau.

need you

this time,
im telling,
all words,
i miss,
i need,
im yours.

i know,
i miss,
i need to know you well,
lets time decide,
you never lose me sweetie.

i realise this sweetdreams would not be mine,
i understand,
i want you.

trust in me,
because i love you,
the days me,
will be yours,
the rules,
to be loved.

loyalty,
differentiate of promises,
forgiven,
hating self,
i'll always be by your side.

i need,
i miss.

sebelum keindahan itu berakhir

sebelum ia berakhir,
lihat lah,
setiap langkah kau titip,
carilah,
luaskan pandanganmu,
lihat kelilingmu,
mana indahnya ciptaan maha Esa.

lihatlah anakku,
cahayanya,
anginnya,
bunyinya,
hayatilah sepanjang langkahmu.

mungkin sesaat lagi,
mungkin tidurmu nanti,
mungkin esok,
atau mungkinkah lusa,tulat atau hari yang mendatang,
ia hilang dalam sekali pejam.

jadi,
bangkitlah,
lihat duniamu sebelum ia berakh
ir.

aku setia dengan cinta kau

enam bulan sebelum,
aku menilik,
aku menanti,
saat tiba ogos.

hari indah,
aku titip jalanku dengan kuntum senyum penuh keikhlasan.

hati gembira,
jari jemari terpaut,
mata kau aku paku.

indahnya cinta,
aku kenal maka itu aku cinta.

aku hanyut,
aku terbang bebas bersama kau,
menganyam sarang,
meneram telur.

sekali besar badai menimpa,
aku tetap setia dengan cinta kau,
aku tetap pencinta kau,
setia selamanya untuk kau.


sahabat

kau sial,kau bodoh,
dengan cara kau sendiri,
kau sombong,
kau angkuh,
kau taksub dengan badan kau sendiri,
tidak aku nafikan.

kau sahabatku,
kau keluargaku.

pernah sekali kau fahami mereka?
pernah kau kasihani mereka?
mengalah demi mereka?

tidak sekali.

mengapa kau endahi mereka?
bukan itu sahabatmu?
bukan itu pendukungmu?

kau lupa,
lupa pada siapa dirimu,
siapa sebenar kamu?

ini aku,ini mereka,
kami sahabatmu,
kami pendukungmu.

mengapa kau berpaling dari kami,
endahi kami,
kata kesat sakiti hati kau luah.

asyik kau salahi mereka,
tuduhi mereka,
mereka juga sahabatku,
keluargaku,
fahami mereka sepertimana aku.